Selamat Datang di Blog'nya pakPAR...blog'nya anak DOMSAV

Selamat Datang di Blog'nya pakPAR...blog'nya anak DOMSAV
Belajar dengan baik Tuhan Memberkati



Selasa, 28 Desember 2010

Kamis, 22 Juli 2010

Senin, 17 Mei 2010

Minggu, 11 April 2010

Sabtu, 10 April 2010

PROFIL DOMSAV

video

Senin, 29 Desember 2008

HAND OUT SENI RUPA KELAS VII

PENGERTIAN SENI
Seni dan kesenian adalah kata-kata yang sering kita ucapkan dan kita dengar dalam sehari-hari. Tetapi apa sebenarnya seni itu sendiri?

Ensiklopedia Indonesia
Seni meliputi penciptaan segala hal ate benda yang karena keindahan bentuknya orang menjadi senang melihatnya ate mendengarnya.
Plato
Seni adalah peniruan terhadap alam, sehingga karya seni merupakan tiruan dari bentuk alam seperti manusia, binatang dan tumbuhan.
Aristoteles
Peniruan terhadap alam itu harus ideal, serba baik. Misalnya dalam menggambar bentuk, membuat patung harus sempurna, indah dan baik.
Ki Hajar Dewantara
Seni merupakan perbuatan manusia yang timbul dari hidupnya perasaan dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.
Akhdiat K. Mihardja
Seni adalah kegiatan rohani menusia yang direfleksikan realitas dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyaidaya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam rohani penerimanya.

Dari pendapat para akhli tentang seni, maka dapat disimpulkan bahwa:
Karya seni itu muncul karena suatu kejadian atau objek tertentu. Objek tersebut akan melahirkan ungkapan-ungkapan perasaan yang masih berbentuk abstrak. Agar ungkapan perasaan tersebut dapat dinikmati oleh orang lain atau dapat diindrai oleh manusia, maka harus dituangkan dalam bentuk konkrit. Dari ungkapan perasaan yang diekspresikan dalam bentuk konkrit tersebut tidak dapat dikatakan seni apabila ungkapan tersebut tidak memiliki konsep-konsep dan nilai estetis.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seni atau kesenian adalah ungkapan perasaan manusia yang dituangkan dalam bentuk konkrit dan telah melalui konsep serta memiliki nilai estetis.

Bila dalam mengekspresikan idenya melalui visual/ penglihatan maka disebut SENI RUPA.
Bila dalam mengekspresikan idenya melalui suara/bunyi yang teratur disebut SENI SUARA/ SENI MUSIK. Sedangkan yang dalam mengekspresikan idenya melalui gerak disebut SENI DRAMA/TEATER dan SENI TARI.

KESENIAN NUSANTARA
Ekspresi manusia di muka bumi ini sangat beragam. Keragaman ini berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang bersangkutan seperti kondisi sosial, alam sekitar, akan memiliki seni yang berbeda pula. Di bumi nusantara yang terdiri dari beribu-ribu pulau dengan berbagai ragam suku bangsa dan adapt-istiadat, seni dan budayanya tentu berbeda-beda. Tiap suku bangsa mempunyai keragaman ekspresi yang berbeda-beda dan berbedaan ini menunjukkan kekayaan budaya bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya.

Dengan keragaman nilai-nilai budaya di nusantara muncullah kesenian nusantara. Kesenian Nusantara adalah ungkapan perasaan manusia yang berisi nilai-nilai budaya nusantara yang diekspresikan dalam bentuk konkrit melalui konsep-konsep seni serta memiliki nilai estetis.

Fungsi Seni
Orang yang membidangi seni disebut Seniman, dan seniman sangat erat hubungannya dengan alam, karya seni itu sendiri dan masyarakat.
Ditinjau dari fungsinya karya seni terbagi menjadi :
a. Fungsi Individual adalah karya seni yang mempunyai manfaat dan kepuasan untuk kepentingan pribadi.
b. Fungsi Sosial adalah karya seni yang mempunyai manfaat dan kepuasan bagi kepentingan umum.
Ditinjau dari tujuan karya seni itu diciptakan terbagi menjadi:
a. Seni Murni (fine art) yaitu karya seni yang diciptakan untuk kepentingan nilai seni itu sendiri.
Misalnya: Seni Lukis.
Seni Patung.
b. Seni Pakai (applied art) yaitu karya seni yang disamping dituntut nilai seninya juga fungsi karya itu diciptakan.
Misalnya: Seni Ilustrasi
Seni Reklame
Seni Kerajinan (seni Kria)
Seni Dekorasi
Seni Bangun (arsitektur).

PRINSIP SENI
KESATUAN ( UNITY )
Merupakan kerja sama diantara unsur-unsur seni rupa yang ada dan saling melengkapi sehingga dapat menimbulkan keserasian.
HARMONI ( KESELARASAN )
Harmoni ini berada diantara keserupaan yang menyatu tetapi kontras/ berbeda. Keserupakan yang terlalu besar dapat menimbulkan kebosanan dan kekontrasan yang mencolok tidak akan mencapai keselarasan, maka untuk mencapai harmoni kita harus mengatur unrur-unsur seni rupa sehingga menimbulkan keserasian.
KESEIMBANGAN (BALANCE)
Dalam seni rupa keseimbangan dapat dibagi menjadi :
a. Keseimbangan nyata yaitu keseimbangan berdasarkan bobot masa suatu benda.
b. Keseimbangan semu yaitu keseimbangan berdasarkan perasaan.
IRAMA (RITME)
Irama lebih sering dihubungkan dengan seni musik, namun demikian dalam seni rupapun irama juga terdapat, tentu saja irama dalam arti semu yaitu irama/ gerak alam dalam suatu komposisi
EMPASIS/ EMPASISI/ DOMINASI
Suatu komposisi akan kelihatan hambar tanpa adanya empasisi sebagai pusat perhatian.
Untuk membuat empasisi dapat kita tempuh dengan cara :
a. Pengelompokkan
b. Pengecualian
c. Arah
d. Kontras

UNSUR-UNSUR SENI
GARIS
Garis merupakan gabungan dari titik-titik atau suatu coretan yang berdiri sendiri.
Coretan atau garis yang membatasi sebuah ruangan bentuk disebut KOUNTUR.
.sedangkan gambar yang hanya menyatakan bayangan saja disebut GAMBAR KOUNTUR atau SILHUITTE.

TEKSTUR
Yang dimaksud dengan tekstur adalah kesan yang dipunyai oleh permukaan sebuah benda.
Dalam hal ini tekstur dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Tekstur Nyata yaitu kesamaan antara kesan yang dilihat sebelumnya dengan keadaan sebenarnya.
2. Tekstur Semu yaitu ketidaksamaan antara kesan yang dilihat sebelumnya dengan keadaan sebenarnya.

RUANG DAN BIDANG
Ditinjau dari jenis karya seninya, karya seni rupa dibagi menjadi:

1. Karya seni 2 dimensi
Yaitu karya seni yang mempunyai dua ukuran (panjang dan Lebar), karya ini hanya dapat dilihat dari satu arah saja dan berbentuk bidang.
Misalnya :
Seni Lukis
Seni Ilustrasi
Seni Reklame
Seni Dekorasi
Seni Kerajinan
2. Karya seni 3 dimensi
Yaitu karya seni yang mempunyai tiga ukuran (panjang ,lebar dan kedalaman), karya ini dapat dilihat dari berbagai arah dan berbentuk ruang.
Misalnya :
Seni Patung
Seni Bangun (arsitektur)
Seni Dekorasi
Seni Kerajinan

W A R N A
Warna merupakan suatu hal yang paling terasa dalam menyelesaikan sebuah gambar walaupun tanpa bentuk.
Warna dapat kita lihat karena adanya sinar yang dipantulkan melalui permukaan sebuah benda terhadap mata kita.
Menurut jenisnya warna dibagi menjadi dua yaitu :
a. Warna Additif
Yaitu warna yang dihasilkan karena adanya sinar
Misalnya : Sinar lampu.
Warna yang dihasilkan TV.
Warna yang dihasilkan Proyektor.


b। Warna Substraktif
Yaitu warna yang dihasilkan karena adanya pigmen
atau serbuk yang dapat menghasilkan warna.
Misalnya : Cat air
Cat minyak
Cat tembok
Crayon, dsb.
Menurut MORRIS HARRIS warna yang sesungguhnya hanya ada 3 warna . Warna tersebut disebut warna pokok/ warna primer. Warna-warna yang termasuk warna primer a.l.
- merah
- biru
- kuning
Percampuran warna primer dan primer akan menghasilkan warna skunder. Warna tersebut a.l.
- merah + kuning = oranye
- merah + biru = ungu
- biru + kuning = hijau
Percampuran warna primer dan skunder/ skunder dan skunder akan menghasilkan warna tertier/ tersier warna tersebut a.l.:
- oranye + hijau = hijau daun
- oranye + ungu = merah bata/ coklat bata.
- hijau + ungu = hitam lumpur
MORRIS HARRIS ( 1766 ) adalah orang yang pertama kali menemukan Diagram warna melalui bukunya yang berjudul THE NATURAL OF COLOR’S.
Diagram warna tersebut adalah :
Dalam hal ini warna hitam dan putih tidak termasuk warna, menurut pembuktian seberkas sinar yang diuraikan lewat kaca prisma maka akan menghasilkan spektrum warna yang ternyata hitam dan putih tidak terdapat. Namun demikian warna tersebut disebut warna NETRAL artinya dapat diserasikan dengan semua warna.
Warna yang dalam diagram warna saling berhadap-hadapan disebut warna lawan atau warna COMPLEMEN, yaitu warna yang sukar diserasikan. Warna tersebut adalah :
- merah x hijau
- biru x oranye
- kuning x ungu

TOKOH-TOKOH WARNA
1. Johann Wolfgang von Goethe ( 1810 )
Orang yang menyatakan bahwa warna primer itu hanya ada dua yaitu KUNING dan BIRU.
Kuning berasal dari cahaya dan Biru berasal dari kegelapan. Pandangan ini sama dengan pandangan Aristoteles
2. JC. Blond ( 1731 )
Orang yang pertama kali menemukan warna primer berupa pigmen.

MENGGAMBAR BENTUK
Yang dimaksud dengan menggambar bentuk adalah menggambar benda-benda alam yang dilihat dari jarak dekat.
Menggambar bentuk sering disebut pula menggambar alam benda atau Stillife.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggambar bentuk antara lain :

a. Komposisi
Adalah tatanan bentuk yang enak dipandang.
Ditinjau dari segi keseimbangan komposisi dapat dibagi :
Komposisi Simetris yaitu komposisi yang mempunyai keseimbangan sama dengan bentuk yang sama pula.
Komposisi Asimetris yaitu komposisi yang mempunyai keseimbangan sama dengan bentuk yang tidak tentu sama.
Ditinjau dari segi arah komposisi dapat dibagi menjadi :
Komposisi Horisontal yaitu komposisi yang seolah-olah membentuk arah garis mendatar.
Komposisi Vertikal yaitu komposisi yang seolah-olah membentuk arah garis tegak.
Komposisi Diagonal yaitu komposisi yang seolah-olah membentuk arah garis miring.
Komposisi Segi Tiga yaitu komposisi yang seolah-olah membentuk bangun segi tiga.
Komposisi Sentral yaitu komposisi yang seolah-olah membentuk arah garis menuju kesatu titik pusat.

b. Proporsi
Yang dimaksud dengan proporsi adalah ukuran dan perbandingan struktur objek.
c. Perspektif
Dalam menggambar alam benda faktor perspektif hanya berfungsi untuk meletakkan jauh dekat sebuah benda yang kita gunakan sebagai model. Dalam hal ini mencakup perspektif garis maupun perspektif warna.
d. Teknik
Suatu cara atau sarana untuk menuangkan ide ke dalam bentuk konkrit baik menggunakan bantuan alat maupun tanpa menggunakan bantuan alat.
Ditinjau dari pencapaian gelap terangnya teknik dapat dibagi menjadi :
Teknik Arsiring
Yaitu teknik yang dalam pencapaian gelap terangnya bentuk menggunakan garis. Semakin banyak garisnya semakin menunjukkan gelap demikian sebaliknya. Teknik ini sering disebut teknik Arsir.
Teknik Blok
Yaitu teknik yang dalam pencapaian gelap terangnya bentuk dinyatakan secara kontras, bagian yang gelap langsung di blok gelap dan yang terang disisakan asli kertas. Dalam teknik ini faktor gradasi tidak terdapat.
Gradasi adalah perpindahan warna dari gelap ke terang atau sebaliknya secara beraturan dan terjadi dalam satu warna.
Teknik Wash (Wash Technique)
Yaitu tehnik yang dalam pencapaian gelap terangnya bentuk dengan menambahkan dan mengurangi air.
Teknik Half tone (Half tone Technique)
Yaitu tehnik teknik yang dalam pencapaian gelap terangnya bentuk dengan menumpangkan sapuan kuas secara berulang-ulang.
Baik teknik Wash maupun Half tone sering disebut pula teknik Aquareel.
Teknik Pointelering
Yaitu teknik yang dalam pencapaian gelap terangnya bentuk menggunakan titik titik, semakin banyak titik titiknya semakin menunjukkan gelap demikian sebaliknya. Teknik ini sering disebut teknik Point / Dots.

MEMBENTUK
Membentuk adalah kegiatan seni rupa yang bertujuan
Menghasilkan benda-benda seni atau kerajinan yang berwujud tiga dimensi.

Membuat benda-benda seni dan kerajinan bisa menggunakan beberapa cara, antara lain memahat ( carving) dan membentuk ( membutsir/ modeling ).

Bila bahan yang dipakai adalah bahan yang keras seperti batu, kayu, gips dan sejenisnya, kita menggunakan teknik memahat, dan alat yang dipakai adalah pahat, pisau, kikir dan palu.
Bila bahan yang dipakai untuk membuat karya seni rupa bersifat plastis ( lembek dan mudah dibentuk ), maka kita menggunakan teknik membentuk, dan alat yang dipakai dalam tekinik ini adalah sudip ( butsir ), pisau, tali pemotong, rol penggilas serta pahat pendukung lainnya. Sedangkan bahan yang dapat dipakai dalam teknik ini antara lain tanah liat, plastisin, bubur kertas dan sejenisnya.

Selain bahan baku dan peralatannya, cara kerja membentuk dan memahat juga berbeda. Dalam kegiatan memahat, bahan yang digunakan dikurangi sedikit demi sedikit secara bertahap sehingga nantinya akan memperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan. Sedangkan membentuk adalah menambahkan sedikit demi sedikit sampai terwujud sesuai dengan yang diinginkan

Bahan dan Alat
Pengetahuan akan bahan dalam membentuk amat penting, karena setiap bahan memiliki sifat tertentu yang mempengaruhi hasil akhir karya yang dibuat. Pengetahuan ini meliputi apa dan bagaimana bahan dan alat tersebut.

Teknik Pembuatan
Dalam kegiatan membentuk terdapat bermacam teknik antara lain :
1. Teknik Pijat (piching)
Teknik pijat adalah teknik membentuk dengan menggunakan tangan secara langsung dengan cara dipijat-pijat/ ditekan-tekan sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
2. Teknik Pilin (Coiling)
Dalam teknik pilin sebelum membentuk terlebih dahulu dipilin atau dibentuk menyerupai cacing, selanjutnya pilinan tersebut disusun melingkar sempai tercapai bentuk yang diinginkan.






3. Teknik Slep
Dalam teknik slep, bahan terlebih dahulu dibuat menjadi lempengan dengan ketebalan yang sama. Selanjutnya lempengan tersebut dibentuk sesuai dengan kebutuhan.





4. Teknik Putar
Teknik sering dilakukan pengerajin karena lebih cepat dan lebih sempurna terutama untuk membuat bentuk-bentuk bulat. Untuk mempercepat pekerjaan digunakan alat putar.




5. Teknik Cetak
Teknik ini biasa digunakan oleh pabrik keramik, pabrik genting dan pabrik beton yang dalam produksinya dilakukan secara missal.

Fungsi Membentuk
Ada bermacam-macam benda yang dapat dibuat dan dikembangkan menjadi karya seni rupa nusantara. Benda-benda yang dihasilkan dapat berupa benda fungsional dan benda estetis

1. Membentuk benda Fungsional
Benda fungsional adalah benda-benda yang dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat praktis, misalnya parabot rumah tangga, gerabah, dan lain-lain.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam benbentuk benda-benda fungsional antara lain :
Fungsi
Adalah penggunaan dan fungsi benda tersebut akan dibuat.
Bahan
Setelah dirumuskan fungsi dan kegunaan benda tersebut dibuat, kemudian memilih benda yang akan dipakai. Bahan dapat diperoleh dengan cara membeli atau memanfaatkan benda-benda bekas.
Bentuk
Langkah berikutnya adalah merancang bentuk benda yang akan kita buat, apakah bentuknya geometris, silindris atau bentuk lain.
Keamanan
Benda yang harus dibuat harus benar-benar aman dipakai oleh pemakai.
Kenyamanan
Benda yang dibuat harus nyaman dipakai oleh pemakai, misalnya sendok yang akan kita buat harus sesuai dengan ukuran mulut manusia pada umumnya dan bila kita pegang tidak membuat lelah karena ringan.
Keindahan
Dalam merancang benda pakai tidak semata-mata mempertahankan nilai fungsionalnya saja, tetapi aspek keindahan juga harus mendapat perhatian. Bentuk yang indah dapat menarik perhatian banyak orang sehingga orang tersebut senang dan mempunyai rasa ingin memiliki.

2. Membentuk Benda Estetis
Adalah membuat atau menciptakan sebuah benda yang semata-mata hanya mempertimbangkan nilai-nilai keindahan saja karena benda yang dipakai tidak digunakan untuk kebutuhan praktis sehari-hari.
Proses pembuatan benda estetis lebih menekankan pada unsure keindahan, misalnya keramik, guci, hiasan, dan lain-lain.

SENI PATUNG
A. PENGERTIAN
Apakah yang dimaksud dengan patung ?
Patung adalah sebuah karya seni rupa tiga dimensi yang ditinjau dari segi tujuan karya tersebut diciptakan termasuk karya seni murni. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia patung diartikan benda tiruan bentuk manusia dan binatang yang cara pembuatannya dipahat. Pengertian ini didasarkan terjemahan dari Bahasa Inggris Sculpure, karena pematung jaman dahulu kebanyakan mempergunakan teknik memahat.
Seni Patung disaebut juga Plastic Art (seni plastik), maksudnya plastis adalah mudah dibentuk. Seni Patung juga diartikan sebagai seni bentuk, maksudnya bentuk-bentuk yang memiliki keindahan.
Seni Patung mempunyai pengertian yang sangat luas karena tidak hanya bentuk manusia ate binatang tetapi bentuk apapun dapat disebut Patung.

B. FUNGSI
Pada jaman dahulu orang membuat patung bertujuan untuk kepentingan relegi (keagamaan), misalnya pada jaman Primitif orang membuat patung untuk kepentingan magis, pada jaman Mesir kuno, orang membuat patung untuk disembah, pada jaman Hindu dan Budha patung digunakan untuk menghormati dewa atau orang yang dijadikan teladan
Pada perkembangan selanjutnya, patung dibuat untuk kepentingan Monumen, yaitu untuk memperingati peristiwa-peristiwa bangsa/ kebesaran suatu bangsa, kelompok, perorangan.
Patung-patung jaman sekarang tidak lagi untuk dipuja-puja tetapi lebih bersifat hiasan dan karya seni murni, lebih bebas, variatif dan lebih kreatif karena seni patung lebih dinikmati nilai estetisnya.

JENIS-JENIS PATUNG
Berdasarkan tujuan pembuatan seni patung dapat dibedakan menjadi 6 macam yaitu :

Patung Relegi
Patung yang berfungsi sebagai sarana beribadah dan bermakna religius.

Patung Monumen
Patung yang digunakan untuk memperingati jasa seseorang / kelompok/ peristiwa-peristiwa sejarah.

Patung Arsitektur
Patung yang ikut aktif berfungsi dalam konstruksi bangunan.

Patung Dekorasi
Patung untuk menhias bangunan/ memperindah lingkungan (taman).

Patung Seni
Patung yang diciptakan untuk dinikmati keindahan bentuknya dan lebih mementingkan nilai seninya saja.

Patung Kerajinan
Patung yang diciptakan dari hasil karya kerajinan

C. CORAK SENI PATUNG
Pada masa lampau di Indonesia sudah dikenal patung primitive, seperti di Irian Jaya (asmat) dan Sulawaesi Selatan (tanah Toraja). Pada masa Hindu dan Budha berkembang patung klasik yang berkembang di Jawa dan Bali. Baik patung primitif dan klasik sampai sekarang masih berkembang turun temurun yang selanjutnya dikenal dengan corak tradisional. Sedangkan di luar primitif dan klasik disebut corak modern.

Corak Seni Patung
Dilihat dari perwujudannya , ragam seni patung modern, dapat dibedakan menjadi tiga corak sebagai berikut :
1. Corak Imitatif (realis / representative)
Corak ini merupakan tiruan dari bentuk alam, perwujudan patung ini berdasarkan fisio plastic (bentuk fisik) baik anatomi, proporsi, maupun ekspresi
Tokoh-tokoh corak Imitatif a.l.
Hendra
Trubus
Saptoto
Edy Sunarso

2. Corak deformatif
Corak ini mempunyai bentuk yang telah banyak mengalami perubahan. Bentuk-bentuk alam diolah menurut gagasan dan imajinasi pematung. Pengubahan dari bentuk alam menjadi bentuk baru ini masih terkait dengan sifat fisiknya. Dari bentuk imajinatif dan geometris ini kemudian muncul corak kubistis.
Tokoh-tokoh corak deformatif a.l
But Muchtar
G. Sidharta




3. Corak Nonfiguratif (abstrak)
Corak ini secara umum sudah banyak meninggalkan bentuk-bentuk alam dalam mewujudkannya (abstrak). Corak abstrak banyak dipengaruhi oleh aliran konstruktifisme. Patung dipandang sebagai rangkaian bentuk konstruksi yaitu susunan material seperti besi, plat, kawat, kayu, plastic, dan sebagainya.
Tokoh-tokoh corak Nonfiguratif a.l
G. Sidharta
Rita Widagdo

D. RAGAM PATUNG
Penampilan karya seni patung sangat beragam jenisnya, sedangkan jenis dan ragam patung tersebut dapat dibedakan menjadi :
1. Patung Dada
Yang dimaksud dengan patung dada adalah penampilan karya seni patung sebatas dada ke atas / bagian kepala saja. Patung ini sering disebut pula patung Baste.

2. Patung Torso
Istilah torso disebut juga badan. Patung torso adalah karya seni patung yang penampilannya hanya menampilkan bagian badan, dari dada, pinggang, dan panggul atau patung manusia yang tidak mempunyai kepala, tangan dan kaki.

3. Patung lengkap.
Penampilan karya patung ini lengkap, maksudnya terdiri dari seluruh anggota badan, mulai dari kepala sampai kaki.

E. MEDIA KARYA PATUNG
Yang dimaksud dengan media adalah bahan, alat dan teknik yang nantinya sangat berperan terlaksananya sebuah karya.

1. Bahan
Setiap bahan mempunyai sifat tertentu yang dapat mempengaruhi hasil karya yang dibuat.
Bahan patung dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :
a. Bahan Lunak, yaitu material yang sangat mudah dibentuk seperti tanah liat, plastisin dan sabun.
b. Bahan Sedang, yaitu jenis bahan tidak terlalu lunak dan tidak keras seperti kayu waru, kayu sengon dan kayu balsa.
c. Bahan Keras, yaitu jenis bahan yang sangat sulit dibentuk karena sifat materialnya yang keras seperti kayu jati, jenis batu-batuan dan padas.
2. Alat
Peralatan yang digunakan untuk membuat patung tergantung dari bahan dan tekniknya. Adapun alat yang dipergunakan untuk membuat patung adalah sebagai berikut :
a. Butsir, adalah alat Bantu untuk membuat patung yang terbuat dari bahan kayu dan kawat khususnya untuk patung dengan bahan tanah liat.
b. Meja Putar, adalah meja untuk berkarya patung dan dapat digerak-gerakkan dengan cara memutar yang fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari dari berbagai arah.
c. Pahat, untuk kepentingan berkarya patung terdapat dua jenis pahat yaitu pahat kayu dan pahat batu. Bentuk pahat sangat berfariasi terdiri dari :
- pahat kuku, yaitu pahat yang mempunyai mata pahat lengkung menyerupai kuku.
- Pahat pengikat, yaitu pahat yang mempunyai mata pahat lurus.
- Pahat pengot, yaitu pahat yang mempunyai mata pahat miring.
- Pahat kol, yaitupahat yang mempunyai mata pahat kebalikan dari pahat kuku.
d. Palu, merupakan alat pelengkap pahat, karena untuk menggunakan pahat harus dengan palu. Biasanya palu untuk memahat terbuat dari kayu sawo atau kayu jambu biji. Palu terbuat dari kayu agar tidak merusak pahat dan tekanan pahatnya halus. Palu dari kayu tersebut disebut Gandhen. Sedangkan pahat untuk batu disebut Betel, dan palunya disebut martil.
e. Cetakan, Biasanya cetakan untuk patung terbuat dari gips. Kegunaannya untuk mencetak karya patung dari bahan cair. Alat cetakan patung sedikitnya terdiri dari dua bagian dan diberi pengunci.
f. Kakatua, Alat ini terbuat dari besi berupa catut. Karena bentuknya seperti paruh burung kakatua maka disebut kakatua. Alat ini gunanya untuk mengencangkan ikatan dan memotong kawat.
g. Sendok Adonan, adalah alat yang berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkannya pada rangkaian patung.
3. Teknik
Teknik pembuatan patung dibedakan menjadi empat yaitu :
a. Teknik Membutsir, yaitu teknik membuat patung dengan cara memijit, menambah dan mengurangi bahan yang dibentuk, biasanya dibantu dengan alat butsir. Membuat patung dengan cara membutsir biasanya menggunakan bahan tanah liat atau plastisin. Teknik ini sering disebut pula teknik Modeling.
b. Teknik Memahat, yaitu teknik kebalikan dari teknik butsir, karena yang dilakukan dalam teknik ini adalah pengurangan saja. Bahan yang digunakan menggunakan bahan yang padat seperti kayu, batu, gips, sabun dan dalam pengerjaannya tidak bisa menambah atau menambal. Memahat adalah suatu pekerjaan yang ekstra hati-hati, dibutuhkan kecermatan dan ketepatan dalam carving, sehingga teknik disebut pula teknik Carving.
c. Teknik Mencetak. Dalam tenik ini terbagi menjadi dua teknik yaitu :
- Teknik Cetak Tekan, adalah cara membentuk dengan cara memasukkan bahan ke dalam alat kemudian dalam membentuknya dengan mengeluarkan bahannya seperti menghias pada roti.
- Teknik Cetak Tuang, adalah teknik yang paling sering digunakan untuk membuat patung cetak. Bahan yang digunakan biasanya menggunakan bahan cair atau bahan yang dapat dicairkan, misalnya semen, fiberglass, perunggu, emas.
d. Teknik Konstruksi, merupakan suatu teknik membangun atau menyusun. Teknik ini adalah membuat patung dengan cara menyusun bahan, baik menggunakan kerangka maupun tanpa kerangka, biasanya dalam menyusun dengan cara merekatkan, mengelas atau diikat saja.

HAND OUT KELAS VIII

SENI ILUSTRASI
Iluatrasi merupakan gambar atau lukisan yang berfungsi sebagai penghias dan penjelas cerita.
Ditinjau dari segi etimologi kata Ilustrasi berasal dari bahasa latin “ILUSTRARE”yang mempunyai arti menerangkan atau membuat terang.
Orang yang membidangi seni Ilustrasi disebut Ilustrator.
Seorang Ilustrator yang baik harus mampu menafsirkan isi, pesan cerita yang terbentuk pada sebuah cerita yang akan dibuatnya, dengan kata lain seorang Ilustrator harus dapat dan benar-benar cermat menghayati cerita sehingga dapat membuat gambar atau lukisan yang dapat membantu pembaca untuk menikmati isi cerita yang dibacanya.
PERANAN ILUSTRASI
A. Sebagai penghias
Yang dimaksud sebagai penghias adalah membuat agar supaya lebih menarik bila dibandingkan tanpa diberi Ilustrasi.

Faktor-faktor yang menunjang dalam ilustrasi sehubungan dengan peranan ilustrasi sebagai penghias adalah:
1. Masalah Lay Out
Yaitu ukuran dari suatu terbitan atau cetakan. Lay out merupakan pekerjaan awal sebelum seorang ilustrator membuat ilustrasinya.
2. Masalah Format
Yaitu ujud fisik dari suatu terbitan atau cetakan yang meliputi luas kertas, besar dan bentuk huruf yang dipakai serta skala gambar ilustrasinya.
3. Penentuan Corak atau Gaya Ilustrasi
Naturalistis adalah corak atau gaya dalam ilustrasi yang sering digunakan untuk jenis cerita percintaan.
Realistis adalah corak atau gaya dalam ilustrasi yang sering digunakan untuk jenis cerita petualangan dan perjalanan hidup seseorang.
Sur Realistis adalah corak atau gaya dalam ilustrasi yang sering digunakan untuk jenis cerita khayal, fiksi dan horor.
Dekoratif adalah corak atau gaya dalam ilustrasi yang sering digunakan untuk jenis cerita anak-anak dan humor.
Non Representatif adalah corak atau gaya dalam ilustrasi yang sering digunakan untuk buku-buku ilmu pengetahuan.
Dalam ilustrasi sering terdapat istilah :
Distorsi yaitu perubahan, penggayaan dan penyederhanaan bentuk yang biasa diberikan pada binatang dan manusia.
Stilir yaitu perubahan, penggayaan dan penyederhanaan bentuk yang biasa diberikan pada tumbuh-tumbuhan.

B. Sebagai penjelas
1. Hubungan antara ilustrasi dan cerita.
Dalam hal ini seorang ilustrator harus dapat memilih dan menyeleksi adegan-adegan yang dianggap paling menarik untuk diilustrasikannya.
2. Hubungan antara ilustrasi dan pembaca.
Ekspresi wajah, gerak dan sikap suatu tokoh yang baik pada sebuah ilustrasi dapat secara mudah dipahami dan dihayati oleh pembaca.
3. Hubungan antar adegan.
Hubungan antara adegan yang satu dengan lainnya harus jelas sehingga pembaca tidak perlu membaca ceritapun sudah mengerti isi ceritanya khususnya untuk cergam.

MACAM-MACAM ILUSTRASI
1. Ilustrasi Cerpen
Adalah ilustrasi yang biasa digunakan untuk memperjelas dan menghias cerita pendek.
2. Ilustrasi Novel
Adalah ilustrasi yang biasa digunakan untuk memperjelas dan menghias cerita novel.
3. Ilustrasi Cergam/ Komik
Adalah ilustrasi yang dibuat dalam bentuk gambar-gambar bersambung yang dalam hal ini lebih mementingkan sebagai penjelas.
4. Ilustrasi Vignet
Adalah ilustrasi yang digunakan untuk mengisi ruangan yang kosong dalam suatu terbitan atau cetakan.


MEDIA DAN ALAT ILUSTRASI
1. KERTAS GAMBAR
Kertas yang baik untuk menggambar khususnya untuk ilustrasi adalah kertas Padalarang dan kertas Aquareel. Kertas tersebut mudah menghisap air dengan baik.

2. PENSIL
Menurut tingkatannya pensil dapat digolongkan menjadi :
a. Pensil lunak yaitu pensil yang biasa menggunakan kode dengan huruf “B” ( 2B sampai 8B ), semakin tinggi angkanya semakin lunak. Pensil ini biasa digunakan untuk mengeblok tingkat gelap dalam obyek.
b. Pensil Sedang yaitu pensil yang biasa diberi kode dengan huruf “ HB” artinya perpaduan antara keras dan lunak. Pensil ini biasa digunakan untuk membuat sket.
Sket adalah gambar global atau rancangan yang masih ada proses lebih lanjut.
Sketza adalah gambar global atau rancangan yang sudah dianggap jadi.
c. Pensil Keras adalah pensil yang biasa diberi kode dengan huruf “H” (2H sampai 4H), semakin tinggi angkanya semakin menunjukkan keras. Pensil ini biasa digunakan untuk gambar teknik.
d. Pensil konte yaitu pensil sebagai pengganti pensil “B”
- Konte soft yaitu konte jenis lunak.
- Konte medium yaitu konte jenis sedang.
- Konte hard yaitu konte jenis keras.

3. CAT AIR
Teknik penggunaan cat air yang benar adalah teknik transparan atau lebih dikenal dengan istilah aquareel. Dalam teknik ini tidak mengenal warna putih.

4. CAT PLAKAT/ CAT POSTER.
Penggunaan cat ini lebih kental dibandingkan dengan cat air sehingga permukaan kertas tertutup sama sekali.

5. EKOLIN
Adalah semacam zat pewarna dalam bentuk tinta yang sudah siap untuk dipakai. Tinta ini mempunyai keistimewaan warna yang sangat cemerlang dan akan lebih baik bila digunakan pada kertas yang permukaannya rata.

6. TINTA HITAM GAMBAR
Tinta ini sering disebut pula dengan tinta HINDIA (Ost Indiche Inkt). Karena mengandung zat asam yang kuat maka tinta sangat mudah merusak kuas.
Menurut jenisnya tinta ini dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Tinta China yaitu tinta yang sangat halus dan tidak mudah luntur yang sekarang berkembang menjadi tinta rotring dan standler.
b. Tinta Bak yaitu tinta yang sangat kasar dan mudah luntur.

7. KUAS
Untuk kepentingan menggambar ada berbagai macam bentuk kuas dan ukuran. Kuas untuk cat air lain dengan kuas untuk cat minyak. Kuas untuk cat air yang baik adalah kuas yang ujung bulunya meruncing , sedangkan kuas untuk cat minyak bulunya agak kaku.

8. PENA
Untuk kepentingan menggambar, pena terbagai menjadi :
1. Pena Hindu yaitu pena yang mempunyai goresan garis sangat jelas, pena ini sering digunakan untuk membuat rendering meskipun pada jaman dulu digunakan untuk menulis.
2. Pena Redis yaitu pena yang mempunyai goresan garis sangat tebal merata dan tetap. Pena ini biasa digunakan untuk mengeblok.
3. Pena Rondschrift yaitu pena yang mempunyai goresan garis dua macam sekaligus. Pena ini sangat baik digunakan untuk menulis indah atau kaligrafi.

ELEMEN-ELEMEN SENI RUPA
1. G A R I S
Merupakan unsur utama dalam melaksanakan sebuah gambar. Adapun fungsi-fungsi garis antara lain :
Garis dapat menyatakan bentuk.
Garis dapat menyatakan gerak
Garis dapat menyatakan irama
Garis dapat menyatakan tekstur
Garis dapat menyatakan gelap terang
Garis dapat menyatakan suasana.
2. I R A M A
Irama merupakan aksen atau tekanan yang diekspresikan dalam bentuk nyata melalui garis dan warna dimana irama sebagai penghidup dari kekakuan garis dan warna yang ada.
3. BENTUK/ MASA
Bentuk adalah susunan/ bagian aspek visual dan ujud suatu hasil karya seni itu sendiri, sedangkan masa adalah suatu ruangan yang masif dan terisi.
4. W A R N A
Dalam hal ini warna hanya berfungsi sebagai pelengkap pernyataan keruangan dan sekaligus membantu lukisan lebih tampak nyata.
5. K E S A T U A N
Kesatuan memiliki nilai-nilai artistik yang lebih dari jumlah elemen di atas membentuk suatu kesatuan.
Simpulan:
Elemen dari seni rupa yang ada merupakan suatu bentuk yang ditentukan oleh garis atau kountur, yang bila kurang hidup maka harus mempunyai irama tersendiri. Masa dan bentuk, ruang dan gelap terang harus mempunyai hubungan yang sangat erat dan kesemuanya itu merupakan aspek perasaan seniman terhadap keruangan. Masa adalah suatu ruangan yang terisi, gelap terang adalah efek masa dalam hubungannya dengan ruang, sedangkan ruang itu sendiri adalah lawan dari masa.

SEJARAH SENI RUPA
Pada dasarnya seni rupa merupakan hasil kegiatan mencipta dari manusia yang ujud dan bentuknya mempunyai keindahan dan seni
Seni rupa memulai masa jayanya sekitar abad XV yang dikenal sebagai abad kelahiran kembali yang dikenal dengan istilah Renaisance
Pada abad XX mengalami perkembangan dengan munculnya aliran atau madzab seni dimana di Indonesia telah mengalami perkembangan seni secara formal sejak abad ke XIX yaitu pada masa pelukis Raden Saleh Syarif Bustaman yang dikenal dengan nama R. Saleh. Pada masa prasejarah pengerjaan seni sebagian besar untuk kesenangan, pengetahuan dan keagamaan. Adapun lukisan prasejarah yang membuktikan bahwa seni lukis mulai ada terbukti pada lukisan dinding yang terdapat di gua ALTAMIRA (Spanyol) dengan lukisan dinding yang berbentuk Bison. Sedangkan di Indonesia lukisan prasejarah terdapat di gua LEANG-LEANG (Sulawesi Selatan) yang berupa cap-cap tangan pada dinding.
Ditinjau dari jamannya sejarah perkembangan seni rupa terbagi menjadi:
a. Jaman Renaisance
b. Jaman Baroque
c. Jaman Rococo
Ditinjau dari ciri-cirinya sejarah perkembangan seni rupa terbagi menjadi:
a. Seni Primitif
b. Seni Klasik
c. Seni Modern.

Ciri-ciri Seni Primitif
- Goresan garisnya nanpak linier
- Diliputi misteri
- Simbolik
- Proporsinya tidak wajar dengan bentuk yang ekspresif.
Contoh:
Totem adalah sebuah patung primitif yang biasa digunakan untuk perlindungan pada sebuah keluarga tertentu bentuknya tumpukan dari kepala-kepala.
Torso adalah sebuah patung primitif yang biasa digunakan sebagai dewi kecantikan atau melambangkan keindahan dan bentuknya adalah manusia yang tidak mempunyai kepala, tangan, dan kaki.
Buste/ baste adalah sebuah patung primitif yang biasa digunakan untuk memperingati arwah nenek moyang , yang pada saat sekarang digunakan untuk memperingati jasa para pahlawan. Patung ini biasanya dibuat hanya sebatas dada dan diletakkan pada sebuah meja dalam museum.

Ciri-ciri Seni Klasik
- Bentuknya ideal.
- Bila obyeknya wanita cenderung untuk dibuat halus, terutama teknik pengerjaannya.
- Bila obyeknya pria cenderung gagah penuh kekuatan.
Contoh :
a. Monalisa karya Leonardo da Vinci
b. Kamasan Style yaitu lukisan tradisional Bali yang tidak mengenal adanya perspektif.
c. Musaik yaitu lukisan dinding yang dibuat menggunakan pecahan kaca, keramik dan tegel.
d. Fresco yaitu lukisan dinding yang dibuat pada saat dinding masih basah.
e. Mural yaitu istilah lain dari lukisan dinding.

A. R E N A I S A N C E
Adalah suatu aliran baru yang lahir di Itali bermula pada abad XV dan menemui puncaknya pada abad ke XVI. Kota yang terkenal dan bersejarah pada jaman itu adalah kota FLORENCE yaitu kota tempat berkumpulnya para seniman mengadakan kegiatan seni.
Renaisance artinya kelahiran baru, kebebasan berpikir, kebebasan menyelidiki segala sesuatu, kebebasan mempersoalkan segala sesuatu yang sudah menjadi anggapan kolot dan kesemuanya itu untuk dijadikan suatu pandangan baru.

TOKOH-TOKOH RENAISANCE

LEONARDO DA VINCI
Ia adalah seorang seniman yang banyak keahliannya di samping pelukis ia juga pematung, arsitek, penyelidik alam, ahli ilmu pasti, penyair, ahli seni suara dan ahli filsafat, sehingga ia diberi julukan Umo Universale.
Leonardo da Vinci adalah murid seorang pelukis yang bernama Verrechio. Mereka sama-sama pelukis dan pematung, disamping ia juga ahli musik, pande emas, pemahat kayu dan ahli matematika.
Karyanya yang dibuat dalam bentuk fresco berjudul Perjamuan Terakhir.

RAPHAEL SANTI
Ia boleh dikatakan tokoh terlemah dijaman itu, ia tidak menampakkan / mempunyai gaya tersendiri juga tidak mencerminkan pandangan hidup seorang cendekiawan. Karya-karyanya bernafaskan keagamaan, daya tarik lukisannya hanya pada warna, bentuk dan keseimbangan komposisinya.
MICHELANGELO
Tokoh ini merupakan tokoh yang paling kreatif dari seniman manapun pada jamannya. Tema yang diambil terutama mengenai keagamaan dan ia lebih banyak menempatkan dirinya dalam karya-karyanya. Contoh karya antara lain sebuah patung berjudul Daud.
B. B A R O Q U E
Lahir pada pertengahan abad XVI sebagai pertanda bermulanyua pengaruh seni di Itali. Baroque berasal dari bahasa Romawi yang artinya tidak beraturan/menyimpang. Sebagai pelopor seni baroque adalah Michelangelo.
Perkembangan seni baroque di Belanda diteruskan oleh Rembrandt Van Rijn. Ia terkenal karena karyanya yang berjudul Night Watch. Daya tarik lukisannya terletak pada penyusunan cahaya dan dengan permainan cahaya tersebut ia dapat mengemukakan segala tema lukisannya.
Perkembangan seni baroque di Spanyol diteruskan oleh El Greco. Disamping pelukis ia juga pematung dan arsitek. Ia sebenarnya seorang Yunani yang bernama Domenicus Theotocopolus, tetapi ia lebih dikenal dengan nama El Greco yang artinya orang Grik(Yunani). Karyanya yang terkenal berjudul Kristus Mengusir Pedagang dari Bait Allah.
Tokoh Spanyol lainnya adalah Francessi da Goya, ia terkenal karena karyanya yang berjudul Maya des Nude.
C. R O C O C O
Yaitu suatu istilah penamaan bagi mundurnya seni baroque. Istilah ini berasal dari kata Rocaille yang artinya Seni Kulit Kerang, yaitu sebuah hiasan yang digemari pada jaman itu. Hiasan yang nilai seninya hanya pengulangan saja tetapi menggunakan bahan yang harganya mahal. Rococo bukan jaman baru melainkan kelanjutan dari jaman baoque yang sebetulnya dapat dianggap suatu kemajuan akan tetapi penamaan menuju sifat kehancuran.

ALIRAN-ALIRAN MASA LAMPAU
1. PRIMITIFISME
Adalah suatu aliran dalam seni lukis yang cara penyampaiannya mengikuti atau mengambil bahan dari objek lukisan/ peninggalan jaman Primitif
Contoh.:
- Prahu Nias karya Bathara Lubis
- Kenang-kenangan Skaten Jogyakarta karya Abas Alibasyah

2. NATURALISME
Adalah suatu aliran dalam seni lukis yang dalam menggambarkannya persis dengan yang ada di alam baik bentuk maupun warnanya.
Contoh :
- Gadis Desa di bawah Sinar Bulan
- Gatut kaca bersama anak Arjuna Pergiwa pergiwati, keduanya karya dari Basoeki Abdullah.
- Rantai Dermaga, karya John Constable.
- Badai Salju, karya William Turner.

3. REALISME
Adalah suatu aliran dalam seni lukis yang memberikan kesan lebih dalam dari pada Naturalisme. Dalam aliran ini lebih menunjukkan keadaan hidup sehari-hari dengan nyata, jadi tidak terbatas pada penglihatan saja semata melainkan lebih mendalam kepada kebiasaan nyata yang tidak dibuat-buat.
Tokoh-tokohnya :
- Francessi da Goya
- Daumier
- Gustave Courbert
- Jalan di Desa, karya R. Saleh
- Di Dalam Kampung karya S.Sudjojono

4. IMPRESIONISME
Adalah suatu aliran dalam seni lukis yang menitik beratkan pada kesan cahaya atau menunjukkan kesan warna-warna yang sebenarnya
Tokoh-tokohnya :
- Claude Monet, Impresion Sunrice.
- Pier Aguste Renoir, Portrait Monet.
- Edgard Degas, Dansa di Baugival.
5. EKSPRESIONIME
Aliran ini lebih dinamis dan lebih mendalam daripada impresionisme, bentuk lebih sederhana kadang-kadang menyerupai lukisan anak-anak. Dalam aliran ini banyak mengungkapan perasaan seniman yang dituangkan dalam bentuk spontan, ide yang telah dipunyai langsung dituangkan dalam medianya.
Tokoh-tokohnya :
- Vincent Van Gogh, karyanya Kursi dengan Pipa
- Paul Gauguin.
- Wisley Kandinsky.
- Affandi, karyanya Potret diri dan Topeng topeng.
- Kartika Affandi
6. KUBISME
Adalah aliran dalam seni lukis, dimana aliran ini dalam menggambarkan objek-objek nya dalam bentuk bidang, dan seakan-akan bersifat kubis/ ruangan-ruangan.
Tokoh-tokohnya :
- Pablo Picasso, karyanya Penari.
- Georges Braque.
- But Muchtar, karyanya Penari penari.
- Srihadi.
7. DEKORATIF
Merupakan aliran seni lukis yang dalam penggambarannya seakan-akan menggambarkan plataran. Dalam aliran ini lebih banyak mementingkan garis-garis sebagai kountur, sehingga terbentuklah ruangan tersebut dapat diberi warna dengan warna-warna datar,dalam bentuknya banyak mengalami stilirisasi dan pendistorsian.
Tokoh-tokohnya :
- Sobrat, karyanya Joget.
- Regig.
- Turas.
- Bathara Lubis, karyanya Penabuh Gendang.
8. ABSTRAKSIONISME
Aliran ini menggambarkan susunan-susunan garis, bentuk dan warna saja dan tidak terbatas dari ilusi atas bentuk bentuk yang ada di alam, bahkan aliran ini kadang kadang meninggalkan bentuk sama sekali, walaupun idenya dari alam juga.
Tokoh-tokohnya :
- Kandinsky.
- Piet Mondriandt.
- Fadjar Sidik, karya Komposisi.
- Popo Iskandar, karyanya Bunga-bunga.
9. DADAISME
Aliran ini mulai dikenal orang setelah Perang Dunia I . Nama dadaisme diambil dari kamus Jerman DADA yang artinya bahasa untuk anak-anak menyebutkan kuda mainannya. Sikap dari seniman pada waktu itu bersifat nihillistis, sangat menolak dengan semua hukum seni dan keindahan yang sudah ada sebagai protes dari nilai-nilai sosial akibat perang. Karya seninya sangat sinis.
Tokoh-tokohnya :
- Hans Arp.
- Raoul Haussman.
- Duchamp.
10. SUR REALISME
Yaitu aliran dalam seni lukis yang menggambarkan alam bawah sadar, sesuatu yang aneh, fantasi. Dalam hal ini susunan objek seolah-olah dibawa ke alam khayal.
Tokoh-tokohnya :
- Salvador Dalli, karyanya Kenangan Abadi.
- Joan Miro.
- March Chagall.
- Chirico

MENGGAMBAR PERSPEKTIF
Merupakan suatu bentuk tiruan dari bentuk-bentuk yang dapat kita lihat. Dengan demikian alam yang berupa ruang 3 dimensi ini harus dapat kita wujudkan dalam bidang 2 dimensi. Dengan kata lain perspektif adalah suatu cara atau teori untuk memindahkan dari alam 3 dimensi ke dalan alam 2 dimensi.
Ditinjau dari jenisnya dapat dibagi menjadi:

a. Perspektif garis (persp. terukur)
Perspektif yang dalam pengerjaannya selalu menggunakan bantuan alat dan ukur
an-ukuran pasti
b. Perspektif bagan (persp. praktis)
Perspektif yang dibuat dalam bentuk sket, dalam hal ini dilakukan dengan tanpa menggunakan alat-alat bantu.
Ditinjau dari sudut pandangnya perspektif terbagi menjadi :

a. Perspektif 1 titik lenyap, yaitu cara penggambaran obyek yang posisi obyeknya lurus dengan pandangan mata.

b. Perspektif 2 titik lenyap, yaitu cara penggambaran obyek yang posisi obyeknya miring.

c. Perspektif 3 titik lenyap, yaitu cara penggambaran obyek yang posisinya tinggi atau rendah kelipatan.

UNSUR-UNSUR PERSPEKTIF
Bidang Gambar.
Bidang datar yang nantinya gambar perspektif tersebut terdapat.
Bidang Tanah
Bidang datar yang dibatasi oleh garis tanah dan garis horison.
Garis Horison/ Cakrawala
Garis yang menunjukkan tingginya mata pengamat obyek atau garis yang menunjukkan batas pandangan mata terjauh.
Garis Tanah
Garis yang menunjukkan batas pandangan mata terdekat atau garis yang menunjukkan dimana pengamat obyek berdiri memandang obyek.
Titik Lenyap/ titik hilang
Titik persekutuan yang terdapat di horison atau mata pengamat obyek yang terdapat di bidang gambar.
Titik Pandang
Mata pengamat obyek yang terdapat di alam 3 dimensi atau alam sebenarnya.
Tafereel
Garis yang membatasi bidang gambar.

AZAS-AZAS PERSPEKTIF
1. Sifat horison selalu mendatar dan sering dikatakan sebagai batas antara langit dan bumi.
2. Garis yang dalam keadaan sebenarnya searah pandangan mata maka dalam perspektifnya akan menuju titik lenyap.
3. Garis yang dalam keadaan sebenarnya memotong pandangan mata maka dalam gambar perspektifnya akan sejajar horison.
4. Garis yang dalam keadaan sebenarnya menunjukkan tinggi maka dalam gambar perspektifnya akan tegak lurus horison.
5. Semakin jauh letak benda terhadap mata kita dalam penggambarannya akan semakin dekat dengan horison dan bentuknya semakin kecil.
6. Sebuah obyek yang jarak kedalamannya semakin jauh dari mata kita maka penggambarannya semakin pendek.
7. Garis yang letak nya kurang menyimpang maka penggambarannya lebih pendek dibanding dengan lebih menyimpang.
8. Garis yang sejajar dan tidak menyimpang dengan sendirinya akan sejajar horison dan tidak mempunyai titik lenyap.

SENI MODERN
Dalam pengerjaan seni biasanya dipengaruhi oleh dua aspek yaitu aspek lingkungan dan aspek jaman.
Dari aspek lingkungan akan melahirkan seni Tradisional, dan dari aspek jaman akan menghasilkan seni Modern.

TANDA-TANDA SENI MODRN
a. Sifat yang komplek dan kadang-kadang berasal dari penggabungan antara dua karya seni.
b. Lahirnya apresiasi yang luas dalam bidang seni khususnya seni rupa.
c. Tantangan yang cukup berat dari seni rupa murni.
d. Sejalan dengan ilmu pengetahuan dimana dibutuhkan bukan hanya perluasan tetapi juga pendalaman.
e. Pencerminan dari rasa demokrasi dimana hak azasi dijunjung tinggi.
f. Sesuai dengan ilmu pengetahuan maka gejala abstrak sangat memegang peranan.
g. Dipengaruhi oleh individualisme yang kuat sehingga lahirlah semangat eksperimental.

ALIRAN-ALIRAN MODERN
a. Fauvisme
Istilah ini berasal dari perkataan Perancis “DES’FAUVES” yang artinya binatang jalang. Aliran ini pada hakekatnya adalah ekspresionisme yang diterapkan sesuai dengan kebudayaan Perancis.
Fauvisme merupakan reaksi yang sangat langsung terhadap impresionisme dimana tujuan utamanya memberi motivasi dengan menggunakan warna-warna yang sejajar dan merata. Fauvisme tidak mematuhi aturan-aturan dan hukum fiktural seperti halnya perspektif, baik persp. garis maupun warna.
Pelopor aliran ini adalah Henry Matisse, dan tokoh lainnya adalah :
- Flaminck
- Paul Klee
- De Rain
- Ronault.
Henry Matisse dalam melaksankan pekerjaannya selalu menggunakan eksperimen tentang warna apa, berapa banyak warna yang harus dibutuhkan dalam suatu lukisan, sehingga karya Matisse boleh dikatakan karya yang sangat matang dan tidak sengaja, segala sesuatu yang terjadi secara kebetulan.
Metode pencarian warna yang dipakai oleh Henry Matisse disebut Metode “MIT OR MISS” yaitu:
a. Suatu cara kerja yang tidak menginginkan koreksi, bila ternyata ada yang salah maka kanvas harus diganti.
b. Warna harus mempunyai struktur.
c. Ekspresionisme yang dinamis.
d. Penyederhanaan dalam bidang warna, garis, serta ruang. Seakan-akan mementingkan kesan 2 dimensi tetapi tetap mementingkan hadirnya kesan keruangan.
e. Sesuai dengan sikap orang Perancis, maka Matisse dalam melaksanakan karyanya selalu mengambil segi-segi yang menyenangkan tetapi tidak membosankan.
f. Fauvisme merupakan aliran lukisan yang mengutamakan pemakaian warna-warna murni yang disejajarkan satu dengan yang lainnya dengan goresan yang menimbulkan sifat linier dan ritmis.

b. Abstrak
Dalam aliran modern ini abstrak dibagi menjadi dua yaitu

1. Abstrak Suprematis
Yaitu aliran yang pertama kali berkembang di Rusia sebagai pelopornya adalah KASIMIR MALEVICH.
Aliran ini pada dasarnya merupakan abstraksi dari bentuk geometris murni atau dengan kata lain suprematis merupakan penggabungan antara aliran kubisme dan abstrak.




Tokoh lainnya adalah
- Whisly Kandinsky melalui karyanya yang berjudul Relung Hitam.
- Pablo Picasso, karyanya Alam Benda.







2. Abstrak Konstruktivisme
Aliran yang pertama kali berkembang di Rusia sebagai pelopornya adalah VLADIMIR TATLIN.
Lukisan ini berbentuk tiga dimensional yang abstrak. Biasanya menggunakan bahan-bahan bangunan modern seperti kawat, kayu, plastik, serta pipa, dengan kata lain aliran ini merupakan karya tempel yang lebih mengarah seni lukis dan bentuknya abstrak
Kolase merupakan karya tempel yang lebih mengarah ke seni lukis dan mudah dikenali obyeknya.
Sedangkan aplikasi adalah karya tempel yang lebih mengarah ke seni kerajinan dan mudah dikenali obyeknya.
Tokoh-tokoh lainnya adalah :
- Naum Gabo
- Richard Hamilton, karyanya Menuju sebuah ketetapan.
- Sapto Hudoyo

- Kurt Sweteer, karyanya Lukisan dan Binatang.








3. Neo Plastisisme
Pelopor aliran ini adalah seorang pelukis asal Belanda bernama Piet Mondriandt. Aliran ini merupakan perkembangan dari Impresionisme dengan meninggalkan obyek naturalnya dan lebih mengutamakan penyederhanaan bentuk serta warna-warna murni merupakan hal yang paling penting dan cocok digunakan adalah warna-warna primer. Aliran ini aliran yang terjadi karena penggabungan antara aliran impresionisme dan abstrak. Contoh karya yang termasuk dalam aliran ini adalah karya Piet Mondriandt yang berjudul Komposisi Merah, Kuning, dan Biru.

4. Realisme Sosialistis
Aliran ini berasal dari Meksiko sebagai pelopornya adalah DIEGORIVERA Setelah perlawatannya ke Eropa dan mempelajari fresco-fresco Renaisance digabungkanlah dengan kebudayaan Meksiko dan menemukan corak Nasionalistis Meksiko.
Karya Diegorivera selalu menonjolkan kultur negerinya.
Tokoh lainnya adalah:
- R. Tamayo
- David Alfaro.

5. Abstrak Ekspresionisme
Aliran ini berasal dari Amerika. Kurang lebih pada tahun 40 an gerakan seni lukis di amerika yang paling dinamis adalah abstrak ekspresionisme yang kemudian berkembang sampai sekarang.
Bentuk lukisannya lebih mementingkan kesan gerak yang dinamis tetapi ekspresif dan biasanya dinyatakan dalam bentuk abstrak.
Pelopor aliran ini adalah JACKSON POLLOCK melaluimkaryanya yang berjudul “Irama Musim Gugur”. Tokoh lainnya:
- Franzkline
- Tomlin
- Robert Motherwell